Kunjungan Barcelona ke markas Chelsea, Stamford Bridge, berakhir dengan pil pahit.
Lawatan mereka dalam matchday kelima fase liga di Liga Champions 2025-2026 berujung pada pembantaian, Selasa (25/11/2025) atau Rabu dini hari WIB.
The Blues berhasil mencukur Barca dengan tiga gol tanpa balas.
Gol-gol kemenangan pasukan Enzo Maresca dibukukan oleh bunuh diri Jules Kounde, Estevao, dan Liam Delap.
Ini menjadi kekalahan kedua yang diterima Barcelona di Liga Champions musim ini.
Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan Hansi Flick selaku pelatih Barca.
"Kami memulai dengan sangat baik dan memiliki peluang besar untuk mencetak gol pertama," ucap Flick, dikutip dari
FREN88.

"Kemudian kartu merah mengubah jalannya pertandingan."
"Tidak mudah untuk bangkit melawan tim Chelsea ini dengan sepuluh pemain."
"Kami harus menerima kekalahan ini."
"Bermain dengan satu pemain kurang memang berat."
"Dan Chelsea adalah tim yang sangat baik dalam menguasai bola."
"Saya pikir kami harus tetap positif."
"Misalnya, Raphinha sudah kembali, Rashford bermain dengan level yang baik."
"Kami tidak punya pilihan selain tetap positif," ujarnya menambahkan.
Flick juga tak lupa menyinggung soal kartu merah yang diterima Ronald Araujo mendekati penghujung babak pertama.
Barcelona harus bermain dengan 10 pemain setelah Araujo mendapat kartu merah pada menit ke-44 dalam keadaan tertinggal 0-1.
Bek asal Uruguay itu diusir wasit usai menerima kartu kuning keduanya akibat menekel keras Marc Cucurella.
Kartu kuning pertamanya didapat pada menit ke-32 setelah melakukan protes keras terhadap wasit.
"Kartu kuning pertama, saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Flick, melanjutkan.
"Saya harus berbicara dengannya dan melihat videonya."
"Dia tidak seharusnya masuk seperti itu untuk pelanggaran kedua."
"Itu bukan langkah yang tepat, tapi hal seperti itu bisa terjadi dalam sepak bola," pungkas pelatih asal Jerman tersebut.
0 Komentar