Pelatih Como Sebut Xabi Alonso Belum Mampu Atasi Ego Para Pemain Bintang Real Madrid
Saat Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 25 Mei 2025, banyak yang melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Soalnya, juru taktik berusia 44 tahun itu datang dengan segudang prestasi dari Bayer Leverkusen.
Alonso membawa klub berjuluk Die Werkself itu menjuarai Bundesliga 2023-2024 dengan status unbeaten serta memenangkan DFB-Pokal dan Piala Super Jerman.
Raihan tersebut sangat luar biasa untuk ukuran pelatih muda.
Namun, hasil-hasil terbaru Real Madrid menimbulkan keraguan dan kekhawatiran.
Sejak memenangkan partai El Clasico melawan Barcelona pada 26 Oktober lalu, Los Blancos tercatat hanya memetik 6 kemenangan pada 12 pertandingan selanjutnya.
Sementara sisanya berakhir dengan 3 kali imbang dan 3 kekalahan.
Hal itu membuat nasib Alonso berada di ujung tanduk.
Sejumlah laporan menyebut masa depan pelatih asal Spanyol itu akan ditentukan dari hasil Real Madrid dalam ajang Copa del Rey awal tahun depan.
Situasi yang dialami Alonso ini kemudian ditanggapi oleh mantan rekan setimnya di Timnas Spanyol, Cesc Fabregas. Pelatih Como 1907 itu menilai akar permasalahan Alonso di Real Madrid bukan soal taktik permainan, melainkan ego para pemain bintang. Menurutnya, Alonso masih belum bisa menguasai ruang ganti El Real yang dipenuhi pemain bintang. "Semua pemain di sana sangat bagus," ata Fabregas di awal serial dokumenter baru DAZN, dikutip FREN88 dari Mundo Deportivo. "Semua pemain pantas bermain." "Semua pemain berpikir mereka harus bermain." "Semua pemain harus membuat perbedaan." "Semua pemain berharga 50 juta euro." "Semua pemain ingin bermain untuk tim nasional mereka." "Itu wajar," tuturnya menambahkan. Alonso beberapa kali terlibat perseteruan dengan pemain bintangnya. Yang terbaru adalah perselisihannya dengan Vinicius Junior. Meski Vinicius telah meminta maaf, hubungan keduanya tak kunjung membaik hingga sekarang.
Situasi yang dialami Alonso ini kemudian ditanggapi oleh mantan rekan setimnya di Timnas Spanyol, Cesc Fabregas. Pelatih Como 1907 itu menilai akar permasalahan Alonso di Real Madrid bukan soal taktik permainan, melainkan ego para pemain bintang. Menurutnya, Alonso masih belum bisa menguasai ruang ganti El Real yang dipenuhi pemain bintang. "Semua pemain di sana sangat bagus," ata Fabregas di awal serial dokumenter baru DAZN, dikutip FREN88 dari Mundo Deportivo. "Semua pemain pantas bermain." "Semua pemain berpikir mereka harus bermain." "Semua pemain harus membuat perbedaan." "Semua pemain berharga 50 juta euro." "Semua pemain ingin bermain untuk tim nasional mereka." "Itu wajar," tuturnya menambahkan. Alonso beberapa kali terlibat perseteruan dengan pemain bintangnya. Yang terbaru adalah perselisihannya dengan Vinicius Junior. Meski Vinicius telah meminta maaf, hubungan keduanya tak kunjung membaik hingga sekarang.

0 Komentar