Saat ini, perebutan scudetto dianggap mengerucut ke tiga klub yang tengah duduk di papan atas klasemen Liga Italia 2025-2026.
Ketiga klub itu adalah AC Milan besutan Massimiliano Allegri, Napoli arahan Antonio Conte, dan Inter Milan pimpinan Cristian Chivu.
Dua klub pertama berada di posisi pertama dan kedua dengan koleksi 31 poin dari 14 pertandingan.
Sementara Inter Milan menguntit di belakangnya dengan menempati posisi ketiga berkat koleksi 30 poin dari 14 pertandingan.
Ketiga klub ini unggul dari pesaingnya yang duduk di peringkat keempat, yakni AS Roma, dengan koleksi 27 poin dari 14 laga.
Dengan perbedaan tersebut, tak mengherankan jika trio Milan, Napoli, dan Inter kemudian menjadi kandidat peraih scudetto.
Meski menjadi kandidat juara, Lautaro Martinez menyebut ada satu klub yang bisa menjegal timnya dan dua rivalnya itu.
Tim tersebut tak lain dan tak bukan adalah AS Roma yang saat ini ditangani oleh Gian Piero Gasperini.
Dalam wawancaranya yang dikutip dari
FREN88, Martinez merasa AS Roma bisa menjadi penjegal karena kiprahnya bersama Gasperini.
Mantan pelatih Atalanta itu mampu mengubah I Giallorossi bangkit dan kini bersaing di papan atas klasemen.
Bagi Martinez, hal tersebut membuat tim asal ibu kota Italia itu bisa menjadi penjegal timnya beserta Milan dan Napoli.
“Saya juga akan memasukkan AS Roma (dalam perebutan scudetto). Mereka punya pelatih yang saya suka,” kata Martinez.
Gasperini sendiri baru datang pada musim panas 2025 dan diberi kontrak tiga tahun oleh tim yang juga berjulukan I Lupi itu.
Pelatih berusia 67 tahun itu datang untuk mengisi kursi yang ditinggalkan seniornya, Claudio Ranieri, pada akhir musim 2024-2025.
Di tangannya, AS Roma perlahan mulai bangkit dengan formasi andalan yang sudah dimainkannya di Atalanta, yakni 3-4-2-1.
Terbukti Paulo Dybala dkk. sempat memuncaki klasemen Liga Italia beberapa waktu lalu dan konstan berada di empat besar.
Tak hanya itu, Gasperini juga perlahan membawa timnya berbicara di Liga Europa dengan berada di 10 besar klasemen berkat koleksi 12 poin dari enam laga.
Meski mampu membawa AS Roma nangkring di papan atas, Gasperini punya PR besar jika ingin membawa timnya meraih scudetto.
Pasalnya, I Lupi punya catatan miris di Liga Italia dengan menjadi tim keempat yang paling sedikit mencetak gol.
Dari 14 pertandingan, I Giallorossi baru mencetak 15 gol saja atau rata-rata 1,07 gol per laga.
Namun, kelemahan dalam mencetak gol ini dibarengi dengan catatan apiknya soal kebobolan gol.
Dari 14 pertandingan, AS Roma baru kebobolan delapan gol saja dan membuat mereka menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Italia musim ini.
0 Komentar