Pemain tersebut adalah Phil Foden, salah satu pemain yang menjadi aktor di balik kemenangan The Citizens atas lawannya, Minggu (14/12/2025) malam WIB.
Pada pertandingan itu, Man City berhasil menang dengan skor telak 3-0 dalam lawatannya ke markas Crystal Palace.
Parade gol tim asal Manchester itu lebih dulu dibuka lewat tandukan Erling Haaland pada menit ke-41.
Setelahnya Foden berhasil menggandakan keunggulan timnya di menit ke-69 dengan sepakan terukur dari luar kotak penalti.
Kemudian Haaland menutup pesta gol Man City berkat eksekusi penaltinya pada menit ke-89.
Usai pertandingan, Pep Guardiola secara khusus menyebut jika Foden tampil buruk meski dirinya sukses mencetak gol.
“Phil (Foden) hari ini, dan saya tahu orang-orang mungkin berpikir berbeda, (tampil) tidak bagus," kata Guardiola, dikutip dari
FREN88.
Guardiola membeberkan alasannya mengapa jebolan akademi Man City itu menurutnya tak tampil bagus meski menyumbangkan gol.

Menurut eks pelatih Barcelona itu, Phil Foden tak tampil bagus kerap kehilangan bola dan terlalu terburu-buru.
Bahkan Guardiola menilai pemain berusia 25 tahun itu tampak cemas saat tengah memegang bola.
Ia pun lantas meminta Foden untuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya saat menguasai bola.
“Dia tidak bermain maksimal, jadi dia banyak kehilangan bola. Dia terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, dia terlalu cemas,” lanjut Guardiola.
“Dia harus bermain, hanya perlu menguasai bola dan berkoordinasi dengan pemain lain, dan, pada saat yang tepat, menciptakan ledakan yang hanya dia miliki dalam hal gol dan assist,” tambahnya.
Terlepas dari penampilan yang menurutnya kurang apik itu, Guardiola memuji Foden yang berkontribusi saat bertahan.
Pelatih yang pernah menukangi Bayern Muenchen itu menilai Foden tampak aktif membantu pertahanan Man City dengan berlari dan menekan lawan.
“Tetapi Phil dalam hal kerja defensif, bagaimana dia menekan dan bagaimana dia bangkit kembali, dia luar biasa, mengagumkan,” terangnya.
“Itu adalah salah satu penampilan bertahan terbaiknya. Dia mungkin berlari paling cepat di tim dan dia mencetak gol, karena, di dekat kotak penalti, dia luar biasa,” imbuhnya.
Sementara itu, musim 2025-2026 tampak menjadi musim pembuktian Foden bersama Man City.
Di musim 2024-2025, ia menjadi sasaran kritik usai mencetak 13 gol dan tujuh assist dari 49 laga di segala ajang.
Di musim ini, catatan itu mampu diperbaikinya dengan baik. Tercatat ia telah menyumbangkan 10 gol dan empat assist dari 21 laga di berbagai ajang.
Dengan penampilan apik ini, Foden berambisi bisa menjadi pilihan utama di Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026.
Pasalnya di posisinya ia harus bersaing dengan nama-nama beken seperti Cole Palmer, Jude Bellingham, hingga Morgan Rogers.
0 Komentar