Lautaro membuktikan Inter tak salah memercayainya sebagai penyerang utama saat menghadapi Pisa dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026.
Melakoni partai di Stadion Romeo Anconetani, kandang Pisa, Minggu (30/11/2025) malam WIB, Lautaro berhasil mengukir brace.
Laga di Tuscany berjalan alot dan sengit lantaran tuan rumah memiliki rekor tak terkalahkan dalam 6 laga di Liga Italia.
Selain itu anak asuh Alberto Gilardino juga kebal bobol dari lawan dalam empat partai kandang.
Barulah di babak kedua Inter Milan sukses mencetak gol berkat Lautaro Martinez.
Penyerang asal Argentina itu memecah kebuntuan di menit ke-69 usai menuntaskan operan Francesco Pio Esposito.
Setelah itu asis dari Nicolo Barella berhasil dikonversi menjadi gol oleh Martinez pada menit ke-83.

Alhasil Inter Milan mengepak kemenangan 2-0 atas Pisa.
Bagi Lautaro, dwigolnya ke gawang tim promosi itu menjadi jawaban atas kritik yang diterimanya akhir-akhir ini.
Bomber berusia 28 tahun tersebut mendapat sorotan dari media Italia karena mandul saat Inter kalah dari AC Milan dan Atletico Madrid.
Lautaro sendiri bahkan tidak mampu menuntaskan laga hingga selesai dalam 2 laga tersebut karena ditarik keluar oleh Cristian Chivu.
Sebelum itu, Lautaro sempat mandul 4 laga berturut-turut di Liga Italia.
Tak pelak jika bracenya ke gawang Pisa memberi sinyal kuat bahwa ia tidak memiliki masalah di klub.
"Kami menyadari betapa pentingnya semua pemain kami, terutama kapten kami," ucap Chivu, dikutip dari
FREN88.
"Mungkin ada orang di luar sana yang meragukannya, tapi kami tidak pernah meragukannya, karena kami tahu betapa pedulinya dia dan betapa besar kontribusinya bagi tim ini,” ujar Chivu.
Chivu sendiri mendapat kritik juga karena menarik Lautaro Martinez lebih cepat dalam laga kontra Milan dan Atletico.
Terkait hal itu, pelatih asal Rumania tersebut memberikan kenyataan yang terjadi kepada media.
"Seorang pelatih harus menghadapi banyak hal, dan jika dia terlalu mendengarkan apa yang dikatakan di luar, dia mungkin kehilangan kejelasannya," tutur Chivu melanjutkan.
"Ketika Lautaro diragukan di media, hal itu dibesar-besarkan untuk membuat judul berita.
"Kami tahu apa yang dia lakukan dan apa artinya dia bagi tim ini."
"Dia mencurahkan hati dan jiwanya untuk tim ini, seperti halnya semua pemain," imbuhnya.
Sebagai penutup, Cristian Chivu menegaskan bahwa hubungannya dengan Lautaro juga baik-baik saja.
Bukti pelukan yang diberikan untuk kompatriot Lionel Messi itu tidak hanya dilakukan saat pertandingan, tetapi setiap hari tanpa harus tersorot kamera.
"Saya memeluknya setiap pagi, hanya saja itu tidak terekam kamera," terang Chivu.
"Tidak ada Big Brother yang merekam setiap gerakan kami. "
"Saya senang untuknya karena seorang striker hidup untuk gol, tetapi seluruh tim bermain baik hari ini," pungkasnya.
Berkat tambahan dua gol ke gawang Pisa, Lautaro Martinez kini mengumpulkan 6 gol dari 13 pertandingan di Liga Italia musim ini.
0 Komentar