Gelandang asal Pantai Gading itu merupakan salah satu pemain yang pernah bekerja sama dengan Pep Guardiola.
Kerja sama keduanya tercipta dua kali, yakni di Barcelona (2008-2010) dan di Manchester City (2016-2018).
Dalam dua kesempatan itu, Yaya Toure total tampil sebanyak 128 kali di berbagai ajang dengan mencetak 11 gol dan 13 assist.
Dengan rekam jejak pernah bekerja sama di dua klub berbeda, seharusnya Toure dan Guardiola punya hubungan yang mesra di luar lapangan.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Di luar lapangan, keduanya pernah punya cerita tak mengenakkan.
Cerita tak mengenakkan ini bermula sejak 2008 kala keduanya masih bekerja sama di Barcelona.
Bahkan setelahnya Toure dan Guardiola juga memiliki cerita kelam saat keduanya bekerja sama di Man City.
Lantaran hubungan yang tak sehat di luar lapangan, istri Toure sampai melabeli Guardiola sebagai setan.
Dilansir dari
FREN88, masalah antara Yaya Toure dan Pep Guardiola bermula pada 2008 saat nama terakhir ditunjuk sebagai pelatih.
Toure yang jadi andalan di musim sebelumnya, justru merasa dikucilkan dari skuad saat Guardiola bergabung.
Hal ini disebut-sebut berlangsung selama dua musim, dan membuat pemain yang kini berusia 42 tahun itu hengkang ke Man Cit pada 2010.
Saat hengkang, Toure justru dicegah oleh Guardiola yang memintanya bertahan dan membantu Blaugrana.
“Pelatih Barcelona (Guardiola) saat itu menelepon saya dan berkata ‘Anda harus kembali, ini penting’,” ucap Toure.
“Tapi (setelah itu) reaksi di rumah penuh amarah. Istri saya bilang: ‘Anda mau mendengar omong kosong itu? Dia sudah mempermalukan Anda, sekarang dia ingin Anda tinggal? Ayo pergi ke Manchester’,” lanjutnya.
Bahkan istri Toure melabeli Guardiola sebagai setan karena perlakuan yang diterima suaminya selama ditukangi pria asal Catalunya itu.
Tak hanya melabelinya sebagai setan, istri Toure juga menyebut Guardiola sebagai ular selaku hewan yang identik dengan pengkhianat.
“Dia (Guardiola)? Setan. Dia bukanlah seorang pria, dia adalah ular, dia adalah iblis,” tutur Toure menirukan pernyataan sang istri.
Setelah berpisah, hubungan Yaya Toure dan Pep Guardiola urung membaik.
Malahan hubungan ini kian memanas di luar lapangan kala keduanya bekerja sama di Inggris.
Hal ini terkuak selepas Toure hengkang dari Man City pada musim panas 2018, di mana Toure menyebut Guardiola punya masalah dengan orang berkulit hitam dan orang Afrika.
“Dia (Guardiola) menegaskan dia tidak punya masalah dengan pemain kulit hitam, karena dia terlalu cerdas untuk ketahuan,” kata Toure pada 2018, disadur dari
FREN88.
“Tapi ketika menyadari dia punya masalah dengan orang Afrika, ke mana pun dia pergi, saya bertanya pada diri sendiri. Dia tidak akan pernah mengakuinya.”
“Tapi suatu hari nanti dia akan membentuk tim yang di dalamnya terdapat lima orang Afrika, yang bukan warga negara, saya janji akan mengiriminya kue,” pungkasnya.
0 Komentar