Arsenal Lolos ke Semifinal setelah 16 Kali Tendangan Penalti, Manusia 1,1 Triliun Bikin Gemas

Pemain yang dimaksud ialah winger anyar yang baru direkrut dari Chelsea, Noni Madueke. Dipasang sebagai starter selama satu jam, performa Madueke mewakilkan penampilan keseluruhan Arsenal yang melempem di lini serang. Anak asuh Mikel Arteta sampai melepaskan 25 tembakan sepanjang laga saat menjamu Crystal Palace di Emirates Stadium, Selasa (23/12/2025). Namun, tak satu pun upaya dari pemain mereka sendiri yang menghasilkan gol. Madueke seorang mempunyai lima peluang, terbanyak bersama Gabriel Jesus. Semuanya terbuang tanpa satu pun yang berhasil menyarangkan bola ke jala. Dalam setengah jam awal saja, Madueke sudah membuang dua kesempatan emas. Tembakan jarak dekatnya sukses dimentahkan kiper Palace, Walter Benitez, yang memang tampil brilian. Winger jebolan Palace itu total melepaskan tiga tembakan ke gawang dan dua diblok lawan. Fan The Gunners di jagat medsos sampai mengutarakan kekesalan karena aksi-aksi Madueke yang menghamburkan peluang. "Seharusnya yang bersarang ke jala gawang itu bola, bukan badan Anda," begitu bunyi sebuah komentar fan di laman Give Me Sport. "Madueke bukan seorang pemain yang bisa menggeser Bukayo Saka. Keputusan terbaik adalah mencadangkannya," tulis kritik lainnya.



Standar yang diharapkan pendukung The Gunners mungkin wajar mengingat klub sudah berkorban banyak secara finansial untuk merekrutnya. Jika menghitung potensi semua bonus, transfer Madueke bakal menghabiskan duit 52 juta paun atau setara 1,1 triliun rupiah. Musim ini dia baru membuat 3 gol dalam 13 partai lintas kompetisi bagi Meriam London. Untung bagi Arsenal, di tengah penghamburan peluang yang dilakukan pemainnya, ada pertolongan dari aksi bunuh diri Maxence Lacroix di menit ke-80. Crystal Palace memaksakan laga berlanjut ke adu penalti setelah Marc Guehi menyamakan skor pada ujung pertandingan. Babak tos-tosan pun berjalan dramatis dengan dihiasi 16 kali eksekusi. Delapan penendang Arsenal sukses menjalankan tugas, sedangkan kegagalan Lacroix sebagai algojo kedelapan Palace menjadi akhir drama ini. Tim Gudang Peluru lolos dengan kemenangan adu penalti 8-7 dan akan menantang rival sekota, Chelsea, di semifinal Piala Liga Inggris, 14 Januari dan 3 Februari 2026. Kendati menyayangkan sederet peluang yang terbuang, Mikel Arteta tetap memuji kekuatan mental pasukannya saat melakoni adu penalti. "Saya sangat bahagia untuk kemenangan ini, inilah yang kami inginkan," ucapnya dikutip FREN88 dari laman Arsenal.com. "Saya pikir kami menciptakan banyak peluang hari ini. Margin seharusnya bisa lebih besar." "Adu penalti itu sangat luar biasa. Mereka sekali lagi menunjukkan sikap dan kepribadian hebat." "Kami mengeksekusinya sangat baik dan akhirnya, Kepa melakukan apa yang harus dia lakukan (gagalkan tembakan Lacroix) guna membantu kami lolos," ujarnya.

0 Komentar

Hoyaslot