Agennya yang bernama Ramy Abbas Issa dilaporkan sudah bergerak seiring adanya konflik antara kliennya dengan Liverpool.
Konflik ini tak lepas dari pernyataan Mohamed Salah yang menyebut ada pihak ingin menyingkirkannya dari Anfield.
“Saya sangat, sangat kecewa. Saya telah berbuat begitu banyak untuk klub ini selama bertahun-tahun. Sekarang saya duduk di bangku cadangan dan saya tidak tahu mengapa,” ucap Mohamed Salah, dikutip dari
FREN88.
“Saya tidak tahu mengapa, tetapi menurut saya, sepertinya ada yang tidak menginginkan saya di klub ini (Liverpool),” lanjutnya.
Akibat pernyataannya, pemain yang akrab disapa Mo Salah itu kemudian diasingkan dari skuad The Reds.
Pengasingan ini sudah dijalaninya saat tim yang juga berjuluk The Anfield Gank itu bertandang ke markas Inter Milan, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB.
Tak ayal pengasingan dari skuad ini membuat Mo Salah dirumorkan akan segera hengkang dari Liverpool.
Terlebih dengan adanya laporan jika agennya tengah bergerak untuk membawanya kembali ke Liga Italia.

Dilansir dari Get Football News France, Ramy Abbas Issa ingin membawa Mohamed Salah kembali ke Italia setelah kedapatan menjalin kontak dengan beberapa klub.
Sang agen menjalin kontak itu untuk mencari klub yang mau menebusnya dari Liverpool di bursa transfer Januari 2026.
Usaha sang agen ini diduga berasal dari permintaan Mo Salah yang pernah meniti karier di kasta teratas Italia.
Sebelum menancapkan namanya di Inggris, penyerang asal Mesir ini tercatat pernah bermain di Italia bersama Fiorentina dan AS Roma.
Kedua klub itu pernah menjadi tempatnya menjalani masa peminjaman saat masih berstatus pemain Chelsea antara 2014 dan 2016.
Namun di musim panas 2016, AS Roma memutuskan menebusnya secara permanen dari The Blues dengan biaya lebih dari 11 juta poundsterling (sekitar Rp245 miliar).
Lantaran punya pengalaman apik di Italia, Mo Salah diduga telah mengarahkan agennya untuk menghubungi klub-klub Negeri Pizza.
Sayangnya, banyak pihak pesimis jika klub Italia mau menebusnya pada bursa transfer Januari mendatang.
Selain karena biaya transfer yang mahal, gaji Mo Salah juga menjadi penghambat.
Itu mengingat ia mengantongi 20,8 juta poundsterling (sekitar Rp463 miliar) per tahunnya.
Sekadar informasi tambahan, gaji terbesar di Italia dipegang oleh Dusan Vlahovic dengan 19,6 juta poundsterling (sekitar Rp436 miliar) menurut Capology.
Penyerang Juventus itu bahkan akan didepak dan kontraknya tak diperpanjang karena masalah gajinya yang ketinggian.
Berkaca pada kasus Vlahovic, sulit bagi Mohamed Salah merealisasikan kepindahannya ke Italia dalam waktu dekat.
Alhasil, klub-klub yang bisa memboyongnya adalah klub-klub Arab Saudi yang berani mengeluarkan biaya transfer tinggi dan gaji fantastis.
Belakangan belum muncul kabar terbaru mengenai klub Arab Saudi yang mau merekrutnya pada Januari 2026.
0 Komentar