Siap-siap Hadapi Kengerian Como, Ini Rencana Pelatih Jay Idzes untuk Nico Paz

Pertandingan menarik buat pencinta sepak bola di Indonesia akan terjadi pada pekan ke-13 Liga Italia, Jumat (28/11/2025) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Klub milik orang Indonesia, Como, akan menjamu Sassuolo yang diperkuat oleh bek Timnas Indonesia, Jay Idzes. Sassuolo masuk ke pertandingan dengan performa cukup bagus. Dalam 8 laga terakhir di Serie A, I Neroverdi menang 4 kali dan hanya kalah 2 kali untuk meraih 14 poin dari kemungkinan maksimal 24. Dengan Idzes menjadi komandan di lini belakang, tim promosi ini juga tercatat 3 kali mendapatkan hasil clean sheet. Namun, lawan Sassuolo sekarang adalah tim yang performanya jauh lebih bagus daripada mereka. Como tak terkalahkan dalam 10 laga terakhir di Serie A dengan mendapatkan 4 kemenangan dan meraih 18 poin dari kemungkinan maksimal 30.



Dalam penampilan terakhir di pekan ke-12, I Lariani menghancurkan tuan rumah Torino dengan skor 5-1. Nico Paz adalah pemain Como yang harus mendapatkan perhatian ekstra dari Sassuolo. Wonderkid asal Argentina ini menjadi motor utama dari permainan Como yang dikembangkan pelatih Cesc Fabregas. Selalu dimainkan dalam 12 pertandingan, Paz telah menyumbang 5 gol dan 4 assist. Mematikan Paz bisa jadi akan menjadi faktor kunci bagi Sassuolo untuk mendapatkan hasil di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Dalam jumpa pers sehari menjelang pertandingan, Fabio Grosso selaku pelatih Jay Idzes dkk. di Sassuolo pun dimintai komentarnya soal Nico Paz. Mantan pemain Timnas Italia itu menegaskan bahwa memusatkan fokus hanya kepada Paz akan menjadi sebuah kesalahan besar. "Saya memuji Como karena mereka memiliki sejumlah kualitas penting, didukung oleh visi jelas yang sedang diimplementasikan," ujarnya seperti dikutip dari FREN88. "Bukan kebetulan kalau saya dengar dalam beberapa bulan ke depan, Nico Paz bisa pindah ke klub yang lebih besar." "Dia adalah salah satu pemain terkuat dari Como." "Tetapi, fokus pada satu pemain berarti akan kehilangan pengamatan terhadap sumber bahaya yang lain." "Soalnya Como bermain sebagai sebuah tim, suka mendominasi penguasaan bola, dan memperlihatkan kecepatan serta intensitas tinggi." "Mereka punya banyak pemain muda yang didukung nama-nama senior. Ini tim yang dibangun dengan sangat bagus, dengan kualitas, dengan investasi yang signifikan." "Kami tahu akan menghadapi pertandingan yang sulit." "Kami akan mencoba menaikkan level permainan kami karena jika tidak bisa melakukannya dengan baik, akan sulit bagi tim untuk mendapatkan hasil positif," pungkas Grosso. Khusus untuk Jay Idzes, dia sudah pernah menghadapi Como dan Nico Paz pada musim lalu saat masih memperkuat Venezia. Hasilnya cukup bagus karena Venezia tak terkalahkan dalam 2 pertemuan di Liga Italia. Setelah imbang 2-2 pada pertemuan pertama di Pier Luigi Penzo, Idzes membawa klubnya menahan Como lagi dengan skor 1-1 di Giuseppe Sinigaglia. Dalam 2 pertandingan itu, Paz tidak membuat gol maupun assist.

0 Komentar

Hoyaslot