Saran itu disampaikan oleh eks direktur mereka, Toni Freixa.\
Freixa melihat Barca tidak boleh terlalu bergantung kepada satu pemain pun, termasuk mereka yang memiliki potensi atau berlabel bintang.
Yamal telah dikenal luas sebagai salah satu pemain muda menjanjikan bagi Barcelona saat ini.
Sejak kemunculannya pada 2023 setelah diorbitkan oleh Xavi Hernandez, karier dan pamor Yamal mulai naik.
Terlebih ia menjadi salah satu penentu kesuksesan Barca musim lalu yang memenangkan treble domestik.
Sumbangsihnya berupa 18 gol dan 25 asis dalam 55 laga di semua ajang kompetitif membuatnya masuk sebagai kandidat pemenang Ballon d'Or 2025 pula.
Di tengah melesatnya karier dan ketenaran itu, Lamine Yamal juga tidak luput dari inkonsistensi dan kontroversi.

Di luar lapangan, gaya hidup dari pemain berusia 18 tahun tersebut sempat disorot tajam usai berpacaran dengan penyanyi Argentina, Nicki Nicole.
Tak hanya itu, Yamal sempat tersangkut isu memekerjakan orang-orang berpostur pendek dalam acara ulang tahunnya dan hal itu dianggap melanggar ketentuan otoritas dari Spanyol.
Selain itu, unggahan-unggahannya di media sosial beberapa kali tidak berfaedah dan berujung pada blunder baik bagi dirinya dan Barcelona.
Belum lagi isu soal cedera pubalgia yang mulai menderanya akhir-akhir ini yang membuat performanya di klub naik-turun.
Freixa, yang pernah menjadi bagian dari manajemen raksasa Catalunya di bawah pemerintahan Sandro Rosell, Josep Bartomeu, dan Joan Laporta, menekankan bahwa Yamal membutuhkan dukungan dan pengawasan di usianya yang masih sangat muda.
"Jika dia anak saya, maka saya akan berkata dia tidak sehebat orang lain katakan," ucap Freixa, dikutip dari
FREN88.
"Dia harus terus berlatih dan tidak terlena akan pujian."
"Dia harus fokus hanya pada sepak bola saja," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, Freixa juga menekankan bahwa Lamine Yamal perlu bersikap lebih dewasa dan bijak.
Jika masalahnya ada pada teknis, terkait karakter atau lingkungan dan berujung tidak terkendali, maka Barcelona perlu melakukan tindakan serius.
"Jika ada yang harus diselesaikan, kita harus membantunya," ujar Freixa melanjutkan.
"Namun, jika sudah mencapai titik di mana hal itu tak lagi bisa diatas, maka Barca harus berani menjualnya."
"Tak ada yang tak tergantikan, di klub kita semua sedang melewati masa sulit dan yang terpenting adalah Barcelona," pungkasnya.
Andaikata Barcelona melepas Lamine Yamal, harganya pun bakal sangat fantastis.
Pasalnya, Barca mengikat wonderkid mereka itu dengan klausul pelepasan senilai 1 miliar euro.
Angka setara Rp18,4 triliun itu membuat Yamal terikat kontrak hingga Juni 2031.
Tidak mengherankan jika pemain keturunan Maroko tersebut menjadi salah satu pemain berusia di bawah 20 tahun yang nilai pasarannya tertinggi di dunia saat ini.
0 Komentar