Dengan target finis di 4 besar klasemen dan kembali ke Liga Champions, performa Milan saat ini sudah melampaui ekspektasi.
Tim asuhan Massimiliano Allegri menempati posisi ke-2 di klasemen Serie A 2025-2026.
Meraih 25 angka dari kemungkinan maksimal 36 dalam 12 laga, I Rossoneri hanya terpaut 2 angka dari AS Roma yang memuncaki klasemen.
Bukan cuma 4 besar, nama Milan sekarang bahkan semakin intens disebut-sebut sebagai salah satu kandidat peraih scudetto.
Apalagi, Mike Maignan dkk. tidak terkalahkan dalam duel melawan tim-tim kuat.
Setan Merah bisa mengalahkan Bologna 1-0, Napoli 2-1, Roma 1-0, dan Inter 1-0 serta ditahan Juventus 0-0.
Sayangnya, ada sebuah noda yang mencoreng perjalanan Milan sejauh ini.

Hasil belanja pemain yang mereka lakukan di bursa transfer musim panas lalu tidak bisa dikatakan sukses.
Tim utama AC Milan saat ini diisi mayoritas pemain-pemain lama.
Praktis hanya Luka Modric dan Adrien Rabiot yang berhasil masuk starting XI setelah direkrut pada musim panas lalu.
Pantas dicatat, 2 orang ini malah berstatus rekrutan paling murah.
Modric didapatkan dengan gratis setelah kontraknya di Real Madrid habis.
Sementara itu, lantaran memang ingin dibuang oleh Marseille, Rabiot berhasil digaet Milan dengan harga miring yaitu hanya 9 juta euro.
Rekrutan-rekrutan mahal Milan belum memberikan kontribusi besar dalam perjalanan Il Diavolo Rosso menempati peringkat 2.
Keberadaan mereka malah terasa mubazir gara-gara lebih sering menjadi kameo karena hanya memainkan peran kecil dan singkat dalam sebuah pertandingan.
Tidak tanggung-tanggung, ada 7 rekrutan selain Modric dan Rabiot yang menghabiskan dana sekitar 150 juta euro atau hampir 3 triliun rupiah.
Mereka adalah Christopher Nkunku (37 juta euro), Ardon Jashari (36), Samuele Ricci (23), Koni De Winter (20), Pervis Estupinan (17), Zachary Athekame (10), dan David Odogu (7). Seperti yang dilansir dari
FREN88.
Nkunku belum menunjukkan ketajaman yang sesuai harapan sehingga eks pemain Chelsea ini lebih sering mengawali pertandingan dari bangku cadangan.
Dari kemungkinan maksimal 1.080 menit bermain dalam 12 laga di Liga Italia, Nkunku baru melahap 264 menit dengan cuma 2 kali menjadi starter.
Jashari dihantam cedera begitu kompetisi dimulai tetapi dengan sekarang sudah fit 100%, rekrutan dari Club Brugge ini masih belum mendapatkan kesempatan untuk tampil lagi lantaran lini tengah Milan yang sudah paten selama dia menepi.
Ricci agak mendingan karena sudah 5 kali menjadi starter dan mengoleksi 503 menit bermain.
Namun, lantaran gaya mainnya sangat mirip dengan Modric, Ricci tidak bisa menggeser legenda asal Kroasia itu sehingga dia praktis harus menunggu absennya salah satu dari Youssouf Fofana atau Rabiot untuk menjadi pengisi starting XI.
De Winter tidak dapat mengganggu kemapanan trio Fikayo Tomori-Matteo Gabbia-Strahinja Pavlovic di lini belakang sehingga baru mengenyam 345 menit bermain.
Seperti Ricci, bek Timnas Belgia ini harus menunggu salah satu dari 3 bek pilihan utama absen untuk menjadi starter.
Estupinan sebetulnya sempat menjadi pilihan pertama untuk posisi bek sayap kiri dengan mengoleksi 442 menit bermain dan 6 kali menjadi starter.
Tetapi, pemain asal Ekuador ini menembak kakinya sendiri dengan berkali-kali tampil buruk.
Alhasil, dia sekarang tergeser oleh Davide Bartesaghi, pemain jebolan akademi Milan sendiri yang tampil lebih meyakinkan.
Baru bermain 7 kali dan cuma sekali menjadi starter, Athekame lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan dengan menit bermain baru 108.
Sama sekali bukan tandingan Alexis Saelemaekers di posisi bek sayap kanan, Athekame mentas tak sampai 5 menit dalam 3 penampilan terakhirnya.
Odogu adalah rekrutan yang belum memiliki kontribusi sama sekali.
Masuk skuad 10 kali, belum sekali pun bek Jerman jebolan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia ini dimainkan.
Sekarang AC Milan bahkan mulai mempertimbangkan akan meminjamkan pemain berusia 19 tahun ini pada bursa transfer Januari mendatang.
0 Komentar