Klan Zidane mengirim perwakilannya dalam kejuaraan sepak bola terakbar di Benua Hitam.
Dia adalah Luca Zidane, putra kedua dari sang legenda Real Madrid dan timnas Prancis, Zinedine Zidane.
Berbeda dari ayahnya, Luca berposisi sebagai kiper.
Pemuda 27 tahun itu juga mengambil pilihan drastis sewaktu memutuskan pindah afiliasi ke timnas Aljazair.
Sebelumnya, Luca merangkak dari berbagai level tim junior Prancis, mulai U-16 sampai U-20.
Akan tetapi, panggilan dari negara kelahirannya tak kunjung datang, di mana hal ini terbilang wajar.
Setelah lulus dari akademi Real Madrid, Luca hanya memperkuat klub-klub medioker macam Santander, Vallecano, Eibar, dan kini Granada.
Sementara itu, kursi penjaga gawang timnas senior Prancis diperebutkan nama-nama elite sejak era Hugo Lloris, hingga Alphonse Areola, dan kini Mike Maignan, Brice Samba, serta Lucas Chevalier.
Kesempatan Luca Zidane tampil di pentas internasional baru terbuka dengan 'lowongan' di timnas Aljazair.
Dia layak memperkuat Tim Rubah Gurun berkat darah keturunan dari sang ayah.
Luca kemudian menjalani proses perpindahan federasi dan dipanggil Aljazair pada 2 Oktober 2025.

Ia masuk skuad untuk partai Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Somalia dan Uganda.
Debut untuk negara leluhurnya itu akhirnya datang pada pertandingan melawan musuh yang disebut terakhir.
Luca tampil sebagai starter ketika Aljazair mengalahkan Uganda 2-1.
"Sebuah kebanggaan yang luar biasa telah mengenakan jersei ini untuk pertama kalinya," ungkap Luca melalui unggahan di akun Instagram pascadebutnya.
"Kami pulang dengan dua kemenangan dan tiket ke Piala Dunia."
"Suasana luar biasa dari awal hingga akhir, terima kasih kepada semua atas dukungannya.
Emosi yang tak terlukiskan."
Sekarang adik dari Enzo Zidane itu bersiap melakoni pencapaian baru dalam kariernya, yakni debut di Piala Afrika 2025.
Momennya bakal tersaji pada matchday 1 Grup E ketika Aljazair menghadapi Sudan di Stadion Moulay Hassan, Rabat, Rabu (24/12/2025).
Pelatih Vladimir Petkovic diyakini akan kembali memasang Luca di bawah mistar gawang.
"Sebelum penampilannya yang pertama, banyak yang menentang ketergantungan padanya dan percaya bahwa dia hanyalah pilihan sementara," kata jurnalis Aljazair, Fatih Benhamou.
"Namun, dia berhasil mendapatkan dukungan para penggemar dalam debutnya saat kemenangan 2-1 atas Uganda pada 14 Oktober, dan reputasinya pun membaik."
"Segala sesuatunya berjalan lancar sehingga beberapa orang mulai mengatakan bahwa dia adalah pilihan yang baik untuk tim nasional," ucapnya, dikutip dari
FREN88.
Opini dari jurnalis Arab lain, Fouad Ismail, menyinggung harapan Luca Zidane bakal tampil meyakinkan.
"Saya belum banyak melihat putra Zidane bermain di lapangan," katanya seperti dikutip dari sumber yang sama.
"Ujian sesungguhnya akan berlangsung di Maroko. Saya harap dia bisa memenuhi ekspektasi," tutur dia.
Timnas Aljazair tergabung di Grup E bersama Sudan, Burkina Faso, dan Guinea Ekuatorial.
Tim Rubah Gurun sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 dan kini mengincar gelar ketiga di Piala Afrika setelah 1990 dan 2019.
0 Komentar