Ditarik Dikit Langsung Jatuh, Pemain sampai Musuh Inter Milan Kecam Penalti Apes yang Menangkan Liverpool

Insiden dalam laga ketat tersebut muncul jelang habis waktu normal pertandingan di San Siro, Selasa (9/12/2025). Inter Milan apes karena kecolongan gol penalti di menit-menit terakhir. Sumbernya berasal dari tindakan Alessandro Bastoni yang menarik kaus playmaker Liverpool, Florian Wirtz. Setelah memenangi duel udara, Bastoni terlihat hendak mencegah Wirtz mengambil bola. Tarikannya dari belakang membuat Wirtz terjatuh di kotak terlarang. Wasit Felix Zwayer sempat melanjutkan pertandingan sebelum menerima instruksi untuk meninjau ulang insiden. Setelah melihat tayangan VAR, Zwayer mengambil keputusan vital dengan memberi Liverpool tendangan penalti. Eksekusi Dominik Szoboszlai melahirkan gol yang menentukan kemenangan Si Merah atas sang finalis Liga Champions musim lalu.



Zwayer menerima protes keras dalam pertandingan hingga setelah laga berakhir. Pria Jerman tersebut dinilai sejumlah pihak terlalu gegabah mengambil keputusan. Oleh para pengkritik, reaksi Wirtz yang jatuh karena dicegah Bastoni dianggap berlebihan. Media Tuttomercatoweb, misalnya, menulis Liverpool telah melakukan perampokan di San Siro. "Penampilan wasit Felix Zwayer terbukti menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam musim Inter di Eropa." "Wasit asal Jerman yang sebelumnya sudah menjadi sorotan kontroversi ini menjalani malam yang sulit, ditandai pengambilan keputusan terburu-buru, penilaian yang tidak konsisten, dan penggunaan VAR yang tidak selalu akurat," tulisnya. Di media yang sama, eks pelatih top AC Milan dan Juventus, Fabio Capello, menganggap penalti Liverpool sebagai skandal memalukan. Ia juga mengkritik Zwayer yang membutuhkan waktu lama saat memutuskan untuk menganulir gol Ibrahima Konate di babak pertama. Selain itu, tindakan wasit menolak meninjau penalti buat Inter saat tembakan Yann Bisseck diblok Virgil van Dijk tak luput dari kontroversi. "Sebuah tendangan penalti yang seharusnya tidak diberikan. Saya tak mengerti VAR," ucap Capello. "Wasit melihat segalanya. Mari tinggalkan dulu aksi simulasi pemain (Wirtz) yang menjatuhkan dirinya sendiri ke lapangan." "Untuk membatalkan gol Liverpool, VAR sampai butuh waktu tiga menit buat meninjau ulang," kata sosok pelatih legendaris Italia. Gelandang Inter, Piotr Zielinski, ikut bersuara lantang. "Kami kecewa dan marah. Saya tak paham dengan keputusan wasit," ucapnya. "Dari lapangan, insiden itu tidak terlihat sebagai pelanggaran." "Sayangnya, kalau kejadian seperti ini dianggap pelanggaran, maka semuanya akan dinilai penalti," tambah pria Polandia. Henrikh Mkhitaryan menambahkan, "Sangat menyakitkan kalah dalam pertandingan seperti itu." "Anda tak dapat menjelaskan penalti seperti itu," kata gelandang veteran Armenia. Insiden yang merugikan Inter Milan ikut memancing perhatian pelatih klub lawan mereka, Atalanta, Raffaele Palladino. Di tempat lain, Stadion Gewiss Bergamo, Palladino membawa pasukannya menekuk Chelsea. Saat menjalani wawancara melalui sambungan jarak jauh dengan Sky Sports, ia menyalami Chivu dan menyampaikan opini soal gol Liverpool. "Ini sama sekali bukan penalti," tegasnya yang hanya disambut senyum oleh Chivu. Chivu mungkin sadar kalau Inter Milan tak bisa berbuat apa pun kecuali bangkit dari hasil terkutuk ini. Percuma bersungut-sungut, faktanya I Nerazzurri sudah kalah dua kali beruntun di Liga Champions. Walaupun masih menempati area lima besar klasemen, posisi mereka sangat rawan terlempar ke luar zona kelolosan ke fase gugur. "Saya jarang berkomentar tentang keputusan wasit," kata Chivu di FREN88. "Saya lebih fokus pada etika dan hal-hal yang perlu kita ajarkan." "Kami harus melawan ketidakadilan dan memikirkan kebaikan apa yang ingin dilakukan," imbuhnya.

0 Komentar

Hoyaslot